Saturday, January 19, 2013

One day Trip S'pore

Haii, lama yah sudah berbulan-bulan saya tidak posting. Tanggung jawab saya yang didaulat sebagai salah satu koordinator kegiatan pada kegiatan tahun 2012 kemarin ternyata cukup menyita waktu, tenaga dan emosi. Tanggung jawab yang menurut saya agak berat harus saya selesaikan sendiri dan ditambah dengan tuntutan "terselesaikan cepat". 
Orang bilang, 'Let it flow like a water' dan semua pasti akan kembali bermuara, akan habis dan selesai. Dan 2013 ini, Alhamdulillah aliran itu bermuara dan selesai. Yah, walaupun hasilnya masih meninggalkan PR yang cukup berat dan lama. Semoga saya dan teman-teman lain bisa konsisten dan berkomitmen untuk menjalankannya :).

2012, di tengah-tengah menyelesaikan segambreng kerjaan yang memusingkan, ternyata ada juga kerjaan yang mengasikan. Bisa dibilang "sambil menyelam, minum air", kelelep dong yah. hehehe :p. Yak, Pameran Pengelolaan Taman Nasional Wakatobi. Berawal dari tidak ingin menyia-nyiakan anggaran yang sudah ada (walau tersisa sedikit), maka gencarlah saya cari sana, cari sini kegiatan pameran terkait pariwisata. Dan akhirnya diketemukan dengan pameran wisata budaya yang diadakan di Batam. Iyah, Batam! pulau di Indonesia yang bertetangga dengan negara singa itu, Singapore :).

Euforia mau ke Batam sudah di depan mata, rencana untuk menginjakkan kaki ke 'luar negeri' mulai dari mau bikin passport sampe nabung buat belanja-belanji di negeri itu ga terlewat masuk dalam agenda. Tapi sayang, sampai tiba hari-H-nya saya ke Batam, passport ga juga jadi.  Baubau, kota yang dianggap sedang berkembang ini belum memiliki kantor imigrasi. So, mau bikin passport yah mesti ke Kendari atau Makassar, mengingat saya sedang sangat *sok sibuk*, ijin sehari dua hari sangat sulit sepertinya. ~~pasrah gigit jari~~

Ini hari H-nya, saya tiba di Batam. ~~Welcome to Batam, Febong~~
Welcome to Batam :) :)
Ini pameran, jadi saya adalah SPG di sini, hehehe lebih tepatnya jaga stand pameran yah. Baru sehari di lokasi pameran, sudah banyak travel agent yang menawarkan "Trip to Spore". Booo, tergiur dong gw! tapi agak nyinyir gegara buku kecil berwarna hijau tai kuda yang bernama PASSPORT IND, tak jadi dan tak pernah kumiliki sampai tiba di Batam. Tapi untungnya ada SPLP, kepanjangan dari Surat Perjalanan Laksana Paspor. Emang sih ga seperti paspor yang bisa digunakan berkali-kali, SPLP ini hanya dapat digunakan satu kali dan jangka waktunya cuma berlaku selama 1 bulan. Untuk mendapatkan SPLP ini, saya langsung mendatangi kantor Imigrasi kota Batam dengan biaya sebesar Rp. 550.000,-. Gapapa deh sama-sama berwarna hijau, berarti asal Indonesia, walaupun yg satu warnanya hijau tai kuda, yg gw punya sekarang ijo terang. :D
SPLP  (Surat Perjalanan Laksana Paspor)
Batam, 10 Nopember 2012 \(^.^)/
Okeh SPLP udah ditangan, pagi ini 10 November 2012, mari kita bertrip sehari di Spore \(^.^)/.
Welcome to Spore \(^.^)/
Menuju Singapore dari Batam dapat ditempuh dengan menggunakan kapal Ferry dari beberapa pelabuhan di Batam. Karena, letak hotel saya yang hanya berjarak 15 menit dari Batam Center, maka saya memilih untuk menyebrang dari pelabuhan Batam Center. Batam Center merupakan tempat penyebrangan Ferry ke Singapore dengan jadwal keberangkatan yang cukup banyak (hampir setiap jam), terdapat beberapa perusahaan Ferry yang melayani rute keberangkatan ke Singapore, dan yang saya gunakan adalah Sindo Ferry dengan harga tiket PP (Pulang Pergi) S$47 (include: terminal tax). 
Pelabuhan Batam Center
Penampakan Sindo Ferry 
Dari pelabuhan Batam center menuju Harbour Front Singapore dapat ditempuh dengan jarak 1 jam. Sesampainya di Harbour Front Singapore, terlihat berbeda yah pelabuhan di Indonesia dengan Singapore. Lebih bersih, lebih bagus, lebih okehlah dan lebih wahhh.. :(
Harbour Front Singapore *terlihat lebih wah dan bersih yah booo*
Sebenarnya untuk mengelilingi Singapore tanpa travel agent dapat dilakukan, moda transportasi di negara ini sangat mudah, bertebaran dan sarana petunjuk jalan sangat jelas. Tapi, karena ini perjalanan pertama saya ke Singapore dan hanya dilakukan cuma satu hari, untuk memaksimalkan perjalanan saya menggunakan travel agent. Biaya yang saya keluarkan untuk 'one day trip' ini sebesar Rp. 800.000,- (include: makan siang, transportasi, pemandu).

Dan inilah kendaraan yang mengantar saya berkeliling selama di Singapore, Bus Pesiaran.
Bus Pesiaran 
Dalam perjalanan, saya mendapatkan supir bus yang merangkap tugas sebagai pemandu wisata. Interaktif dan dia sangat aktif menjelaskan setiap lekuk kotanya, mulai dari sejarah, kebiasaaan hingga kekhasaan negeri Singapura. dan inilah lokasi-lokasi wisata yang saya kunjungi selama perjalanan 'one day trip Spore':
1. Merlion Park
Inilah Merlion park, salah satu simbol negara Singapura. Ga sah kalo ke Singapura ga berfoto di belakangnya si Singa satu ini. Merlion atau singa laut ini merupakan patung berkepala singa berbadan ikan, dan namanya gabungan dari ikan duyung dan singa, Mermaid and Lion. Patung singa ini memiliki tinggi 8.6 meter dan terletak di seberang Hotel Fullerton.

Merlion, di Taman Merlion
One Fullerton *Cilukkk, Baaaaaa!* :p
Di Taman Merlion ini semua landmark negeri Singapura dapat dilihat, bukan cuma patung Singa saja.. tapi masih ada Espllanade, si gedung berbentuk kulit durian yang merupakan gedung pertunjukkan yang maksudnya ingin meniru Sydney Opera House. Artis Indonesia yang pertama kali melakukan konser disini adalan Rossa dan Krisdayanti :). Di seberang Taman Merlion ini juga terlihat Bianglala Raksasa Singapura yang menjulang dan juga merupakan landmark negeri ini. 
Bianglala Raksasa, salah satu landmak Singapura
Okeh, cukup berfoto-foto ria di taman ini, rute perjalanan selanjutnya adalah:
2. Chocolate Gallery
Disini, saya disuruh belanja coklat. Lokasi Chocolate Gallery ini berdekatan dengan Bugis street.
Dipelehhh, dipelehhh coklatnya pak, buukk.. :D
3. Bugis Street
Jauh-jauh ke Singapura ujung-ujungnya ke daerah Bugis? Kenapa di sebut Bugis street? karena dilansir dulunya lokasi ini merupakan lokasi tempat tinggal orang-orang Bugis di Singapura. Bugis street merupakan kawasan belanja terbesar di Singapura yang terkenal dengan harga murah dan lengkap! pernah ke Mangga Dua? yah, mirip seperti itulah Bugis street :). Lokasinya terletak di antara jalan Rocchor, Victoria dan Queen street. Dan inilah aksi saya di Bugis street, ceck this out!

Febong BeraksiEksissss! (y)
4. Little India
Ini waktunya makan siang, si travel membawa saya dan yang lainnya untuk makan di kawasan Little India.. Sepanjang jalan di kawasan ini banyak sekali India-India bertaburan, item. ^.^V
Kata si supir yg bawa saya jalan2, di Singapura ini masyarakatnya sangat plural, bercampur baur, dan setiap etnis memiliki bidang pekerjaan masing-masing. Orang-orang India ini biasanya bekerja di bidang kontruksi, bangunan, yahhhh.. walaopun malah terkadang yg gw liat rata2 mereka jd 'kuli' bangunan. Tenaganya kuat, katanya :).
Makan beres, lanjut solat dong! udah waktunya sholat Zuhur, tapiyah agak susah ternyata masjid atau musholah di negera ini. Kalo gini saya masih sangat bersyukur tinggal di Indonesia, masjid atau musholah bertaburan. Walaupun negeri ini terlihat sangat maju dan modern, apalagi kalau melihat bangunan dan arsitekturnya, takjub! mereka membuat bangunan dengan arsitektur rumit dengan fasilitas lengkap, tapi untuk sekotak musholah tidak dapat ditemui di setiap bangunan tersebut. 
Setelah hampir setengah jam puter-puter nyari masjid, akhirnya dapat! Al-Fallah Mosque. Al-Fallah Masque ini berada di kawasan Orchad road, itu tuh surga belanjanya para turis di Singapura. semua gedung menawarkan etalase trend masa terkini, dan sepanjang jalan rame orang dengan tentengan belanjaan.
Al-Fallah Mosque, Lets pray to Allah :)
5. China Town
Next destination, China Town. Suatu kawasan "pecinan" orang-orang China di Singapura. Kawasan yang paling terkenal di China Town ini adalah 'peoples park', yaitu pusat perbelanjaan dan barang yang banyak menjual barang serba-serbi etnis China.Soal harga? jangan ditanya, cukup terjangkau. Dan di lokasi ini banyakkkkk sekali pedagang-pedagang kaki lima yang menjual souvenir-souvenir Singapura.
Selamat datang di Chinatown complex :')
Thats the China etnis! averything is Red. 
Lagi-lagi, Febong beraksi! inilah aksi saya di China town. |(^.^)/
Febong beraksi :')
6. Santosa island
Santosa island, ini adalah destinasi terakhir setelah seharian saya dan geng mengelilingi negeri Singa yang hanya memiliki luas daratan 697 km2, sama dengan luas Jakarta yang hanya sebuah kota. Eh, ini satu lagi alasan saya bersyukur tinggal di Indonesia. Negara maritim ini memiliki luas wilayah yang teramat luas, dari Sabang sampai Merauke! Berapapun hektar lahan kosong dapat ditemui disini Indonesia, dan itu berbanding terbalik dengan Singapura. Mungkin alasan itulah yang menyebabkan Singapura sangat memperhatikan setiap arsitektur bangunan, lanskap jalan yang disesuaikan dengan kondisi si negara. Ini nih, "semakin seseorang terjepit akan suatu permasalahan, semakin seseorang tersebut akan dapat berpikir lebih kreatif dan kritis, Cerdas!". Dan mungkin itulah yang terjadi pada mereka. So, orang-orang Indonesia karena merasa masih leluasa, males-malesan dan masih seenaknya.

Santosa island ini merupakan sebuah pulau reklamasi loh! Tau ga tanahnya dari mana? Indonesia! pulau Nipah, dan melalui penyedotan pasir di negara kita, Indonesia. Miris yah??! Sementara jutawan-jutawan Indonesia dengan bangganya memiliki apartemen di Singapura, padahal mereka berdiri di atas curian tanah negerinya :(.

Inilah kemegahan pulau Santosa, kalo boleh saya meng-klaim. "INILAH KEMEGAHAN YANG BERDIRI DI ATAS TANAH NEGERI SAYA, INDONESIA".



Sembilan jam mengelilingi negera bekas jajahan Inggris ini, cukup banyak mengajarkan banyak hal. Mensyukuri tinggal di Indonesia, memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, lahan terhampar luas, sepanjang mata tidak pernah tertumbuk pada satu bangunan. Dan belajar pada negara ini, negara kecil dengan kemampuan luar biasa. Tapi Indonesia tetap surgaku ^.^.

Wednesday, October 03, 2012

Air Terjun Moramo

Indonesia itu, dari Sabang sampe Merauke memang tidak ada habisnya! Tidak habis keindahannya, tidak habis misterinya, tidak habis keunikannya, tidak habis untuk diceritakan. Bagitu kayanya negara ku ini. :) 

Weekend kemaren, berkesempatan untuk menandangi ibukota provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari. Tujuan awalnya sih kerja, tapi sayangkan jauh-jauh di tanah jazirah Celebes ini kalau tidak dimanfaatkan untuk mencari-cari kehabisannya Indonesia. :) Kalau kata pepatah "sambil menyelam, minum air".

Kendari, ibu kota Provinsi Sultra ini merupakan daerah yang terdiri dari daratan berbukit dengan dialiri sungai-sungai dan bermuara di teluk Kendari. Kota ini sudah cukup maju dengan pembangunannya. Tapi, bukan kota ini yang saya akan bahas. Jauhhhhh di sebelah Utara kota Kendari, terdapat sebuah Kabupaten yang terbentuk 9 tahun lalu. Kabupaten ini memiliki kawasan kantung-kantung air dan merupakan habitat satwa-satwa liar dan memiliki luas 451.421 ha. Kabupaten itu adalah Konawe Selatan atau biasa disingkat Konsel, bukan Korsel yah.. :p. 

Kenapa kantung air? Let's ceck out!

Jauh di sebelah Utara dari Kota Kendari, terdapat sebuah Suaka Margasatwa yang bernama Tanjung Peropa. Suaka Margawatwa ini sudah ada sejak tahun 1986 dengan luas 38.937 ha, cukup tua yah? 26 tahun yang lalu. Kawasan ini merupakan tipe hutan campuran non Dipterocarpacecae dengan komposisi hutan bakau, hutan pantai, hutan belukar, dan hutan dataran rendah  dan merupakan habitat satwa liar yang dilindungi, antara lain anoa, maleo, rangkong, rusa, dan bangau hitam. 

Menuju kawasan ini menghabiskan waktu 2 jam dengan jarak tempuh 70 km, dan perjalanan ini perjalanan yang sungguh W.O.W buat saya! :). Inilah yang dinamakan 'bujangan'. Makan, makan sendiri. Jalan, jalan sendiri. Kemana mana, yah sendiri juga. Sebenernya sih ga sendiri juga, cuma mengendarai sepeda motor sendiri dengan jarak tempuh yang ajaib ditambah kecepatan yang ga kalah ajaib plus plus jalan yang setengah ajaib, itu membuat saya terlihat sedikit ajaib juga :).

SM Tanjung Peropa merupakan salah satu unit pengelolaah Balai Konservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tenggara berada di Kecamatan Moramo dan Liantea, Kabupaten Konawe Selatan. Untungnya sepanjang jalan menuju lokasi ini hampir 80% beraspal, jadi dengan gaya sok Valentino Rossi verse cewe motor melaju 60-70 km/jam, hehehe. Tapi 20% lagi jalan berbatu, dan Valentino Rossi berubah jadi pembalap motor trail di jalur ini.

2 jam, akhirnya saya memasuki pintu gerbang memasuki kawasan. Saya membayar tiket masuk untuk 3 orang pengunjung ditambah 2 kendaraan roda dua, saya harus membayar Rp. 15.000,-. Penghasilan dari karcis masuk itu digunakan untuk pembangunan desa, daerah dan pengelolaan kawasan. Tapi sayangnya, mengapa tidak ada pungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sana? bukannya itu masuk ke dalam kawasan konservasi yang dapat dikenai PNBP untuk penghasilan negara. *ahh sudahlah.. ^^~

Memasuki kawasan SM Tanjung Peropa, sudah disambut dengan aliran air yang cukup deras. Sungai yang dibuat permanen itu sebagai tanda, kalo sumber air di dalam hutan sana digunakan untuk kebutuhan air daerah di bawahnya. Berarti kantung air itu bersumber dari dalam kawasan ini, di air terjun Moramo.


Suaka Margasatwa Tanjung Peropa ^.^
Setelah melewati papan informasi SM Tanjung Peropa, dilanjutkan dengan jalan setapak dengan titik akhir di air terjun Moramo. Sepanjang jalan setapak saya disuguhi pemandangan hutan, poho-pohon besar, gemericik aliran sungai, kicauan burung dan derikkan serangga hutan. 20 menit dan sampai di titik terjun pertama air terjun Moramo, sekali lagi saya bergumam "Surga itu selalu indah, dan keindahan itu akan tidak mudah dijangkau". 2 jam perjalanan dengan single fighter-panas-debu-takut terbayar dengan kuasa Allah dan keindahan alam Indonesia yang tidak ada habisnya. Subhanallah

Jalan Setapak SM Tanjung Peropa, menuju Air Terjun Moramo
Air Terjun Moramo memiliki 7 undakan dengan ketinggian masing-masing 100 meter. Sayangnya hujan datang tepat dengan kedatangan saya di undakan pertama, iklim mikro di hutan ini sedang berfungsi, jadi 6 undakan yang lainnya terpaksa terlewatkan. masyarakat sekitar percaya air terjun ini merupakan lokasi mandi para bidadari khayangan, hal itu mungkin karena konturnya yang berundak-undak sehingga membentuk kolam-kolam permandian dengan kedalaman 1-2 meter.
Undakan pertama Air Terjun Moramo

Dan kantung air itu kedatangan bidadari, walaupun tidak mandi, mendatanginya saja saya menjadi bidadari yang ke khayangan. Indah!

Wednesday, March 28, 2012

the Salty lake, Napabale

Libur tlah tiba! Libur tlah tiba! Horeee.. horeee.. horeee.. 

Sambil menggumamkan lagu Tasya-Libur tlah tiba, menghentakkan kaki ke bumi, menyibak pagi dari tirai embun dan menikmati liburan. Dan tujuan liburan kali ini adalah suatu pulau di Sulawesi Tenggara, Muna island.

Berada di jazirah Tenggara pulau Sulawesi berarti berada di antara 651 gugusan pulau (2004). Negeri kepulauan ini terlalu berharga untuk tidak dinikmati setiap jengkal hamparan tubuhnya. Kali ini pulau Muna atau 'Wuna' dalam bahasa Muna yang artinya bunga. Sebuah nama adalah ekspektasi dari perwujudannya, pulau yang terdiri dari gugusan batu menyerupai bunga, gugusan karts.

Meninggalkan pusat kota Raha di pulau Muna, menyusuri 15 km ke arah desa Lohia, di sanalah saat mata memandang takjub. Hamparan air yang tertampung di sebuah cekung, biru. Prajurit-pajurit gagah penjaga danau mengitari sekeliling, hijau. Pecahan karang yang berhambur membentuk gugusan pulau, coklat. Warna-warni kuas yang tergambar pada coretan sampan sang nelayan, merah-kuning. Danau Napabale!
the hidden beauty of Napabale lake
the Salty Lake | Napabale 
ya, Danau Napabale, danau air asin yang terletak di kaki bukit desa Lohia, Kabupaten Muna. Danau ini bertetangga dengan selat Buton, dihubungkan oleh sebuah terowongan sepanjang 30 meter dan lebar 9 meter, keduanya pun saling bertemu. Selat Buton lah yang menyuplai air di danau ini.

Memiliki kisah sejarah cinta sang mantan raja pertama kerajaan Muna, Raja Muna I Bheteno Netombula dan permainsuri Wa Tandri Abe. Alkisah, sang permainsuri adalah gadis tidak dikenal tersesat di dalam terowonganyang ditemukan oleh warga. Raja yang melihat gadis itu terpesona oleh parasnya, maka dinikahilah dan menjadi permainsuri sang raja.

Pemandangan indah yang ditawarkan danau ini dapat dinikmati dengan berbagai cara, snorkeling, berenang, atau sekedar mengelilingi danau menggunakan sampan. Saya memilih untuk mengelilingi danau, dengan Rp. 25.000,- sebuah sampan nelayan dan saya puas ditakjubkan oleh hamparan keindahan dengan lenggokan bak foto model ala kadarnya.
Model Ala Kadarnya
 

Air yang tenang dan jernih dimanfaatkan oleh ikan-ikan untuk bernaung, terlihat scholling ikan-ikan kecil bergerombol berenang mengitari sampan yang saya naiki.  Mengelilingi danau Napabale seperti sedang berada di danau tertinggi, bukit-bukit yang mengelilinginya seperti tembok penahan si danau. Dan terowongan penghubung itu seperti mulut yang menganga mengalirkan asupan bagi si danau. Sayangnya air sedang pasang, sehingga terowongan tidak terlihat. Dan nelayan-nelayanpun hanya bergumul di sekitar danau memancing ikan seadanya.


Welcome to paradise.. Welcome to the hidden beauty..  

Friday, March 09, 2012

Telaga Banyu di Perut Bumi : Goa La Kasa

Menandangi Baubau, berarti menguak sejarah peradaban Indonesia. Kota yang terletak di  punggung sang Naga pulau Buton ini memiliki sejarah panjang peradaban Indonesia, salah satu penggagahnya adalah benteng Wolio yang disebut-sebut juga sebagai pusat pemerintahan VOC Indonesia-Timur pada masa itu.
Kota Semerbak yang menabalkan status kota pada tanggal 31 Juni 2001 dengan luas 221 Ha berkacak di perairan selat Buton, lokasi strategis sebagai pusat pertahanan Kesultanan Buton saat itu. Tak heran peninggalan-peninggalan budaya dan sejarah banyak tersimpan di bumi Baubau.

Terpaan pendar mentari bulan Januari disertai desiran bayu di musim penghujan menghangatkan kota Baubau, mengiringi setiap senti menapaki sejarah kota ini. Tiga puluh menit mengendari motor pinjaman, akhirnya sampai di sebuah tikungan dengan informasi "Goa Lakasa".
Here, I'm! Goa Lakasa 
Mengapa La Kasa? yah, La Kasa sebenarnya adalah nama orang, Bapak Kasa si penemu goa ini dan La adalah nama imbuhan untuk lelaki pada masyarakat Baubau.  Maka, jadilah orang menyebutnya dengan goa La Kasa.  Pak Kasa setiap harinya selalu berada di mulut goa ini, terkadang membantu pengunjung untuk menyusuri goa. namun sayang, pak La Kasa tidak di lokasi saat saya ke sini.

Goa La Kasa atau masayarakat Baubau lebih mengenalnya dengan pemandian La Kasa yang terletak di kelurahan Sulaa, kecamatan Betoambari, Baubau. Memasuki goa ini, berarti memasuki perut bumi. Cahaya pendar remang senter yang terbatas, menuntun saya memasuki mulut goa yang mungil ini, nampaknya Ia tak mau mengagakan sedikit bibirnya, sehingga memaksaku memasuki dengan memiring-membungkukan badan dan terus berjalan teliti.
memasukinya...
Goa yang gelap, tanpa penerangan, dan saya datang dengan tanpa membawa perlengkapan meng-Goa. dengan sandal jepit licin, tanpa senter, tanpa lilin, tanpa helm. Akhirnya dengan senter pinjaman pengunjung sebelumnya, nekad-lah saya memasuki si perut bumi ini. 

Memasukinya disambut stalagtit menjuntai seperti lilin terbalik yang menitikan tetes air di sumbunya. Tapi sayang, lalu lalang pengunjung menggagalkan tetesan di bawahnya untuk tumbuh menggapai asalnya. Terus menjelajahi si perut goa dan terus terpana. Stalagtit dan stalagmit goa ini bervariasi mulai dari seperti tetesan lilin, cengkraman, kristal-kristal equilibrium, dan semuanya memukau. Saya tiidak merasakan panas di dalam goa ini, justru sensasi dingin dan sejuk yang menjumpai, mungkin karena air di dalam goa ini. 
Stalagtit gapura penyambut di perut bumi
the awesome :D
seperti ingin mencengkram
Equibrilium
meleleh seperti rasaku ^^
Untuk mengakhiri menuju pangkal goa La Kasa tidak memerlukan waktu yang lama, hanya 15 menit. Goa dengan kedalamam 100 meter ini memiliki genangan air yang jernih seperti telaga, dan inilah mengapa disebut pemandian La Kasa oleh masyarakat. Air di goa ini merupakan air tawar dan dingin. Masayarakat menuturkan, air goa ini tidak pernah kering, walaupun di musim kemarau sekalipun, dan air tersebut dapat mencukupi keperluan air untuk warga sekitar. Berkah alam.

Telaga Banyu di perut bumi Goa La Kasa
Pemerintah telah menyadari potensi goa La Kasa ini, maka pada tahun 2010 telah dilakukan pemugaran pintu masuk goa, sehingga pengunjung dapat memasuki dengan mudah. Lampu-lampu taman dengan aliran listrik juga terpasang di sepanjang jalur penyusuran goa, hal ini memang memudahkan saat memasuki goa. hanya saja, jadi kurang alami dan berpotensi menghantarkan listrik yang dapat membahayakan pengunjung.

Menyusuri goa La Kasa, pengalaman yang menakjubkan. Di perut bumi sekalipun, keindahan masih ditemukan. Dan manusia selalu berusaha menguaknya. Walau dengan cara sederhana.
kami, manusia yang terus menguak alam  dengan sederhana ^^

Wednesday, March 07, 2012

mamahku kader loh sekarang.. ^^

Mamahku.. ahh, sekian lama di sini gw ga pernah yah cerita tentang wanita yang satu itu..
Mustamiroh namanya, kalo untuk ukuran nama jaman sekarang terdengar seperti pembantu yah. Emang iyah sih, atau malah terdengar seperti nama-nama pembantu di film atau sinetron 'bi Iroh'.
Dan dengan usilnya gw dan ade-ade gw suka memanggilnya dengan sebutan itu. hehehe.. pisss mamahhh #cium
Tenang, tenang.. mamahku pasti ga akan marah ko, dia cuma bilang gini: "itu nama bagus tau! liat tuuh di alquran.. ada artinya.. terus menerus.. biar rejekinya terus menerus turun". Kalo udah ngomong gtu gw cuma bilang "aminnnnnnnnn".

Oiya, mamah tuh katanya bisa menerawang pikiran, kejadian masa depan. dari mimpinya, dari pandangannya, dari firasatnya. Dan karena kelakarnya kalo mulai ceramah di depan gw sama ade-ade gw, makanya gw menyebutnya si 'Iroh Edan' (terispirasi dari Lia Eden). hehehehe :* #cium lagi ahh. 

Mamah waktu muda? ish, jangan ditanya! Gaooll, Okem, Preman, Terkenal.. ahh pokonya tenar deh..
Mulai dari gaya dari ujung rambut sampai ujung kaki pake trend masanya. Rambut, jangan di tanya! trend rambut ngembang kribo panjang pas tahun 80-an lagi in in nya. Muka, sangar dengan dandanan khas mbak Trie Utami. Gaya baju, beuhhh trendy deh! mulai dari gaya kembung-kembung, rok, baju warna-warni, bunga-bunga, blezer-blezer. Aksesoris, lengkap! anting-antingan imitasi yang warna-warni sesuai warna baju, gelang dukun yang gede warna-warni. Ahh, pokonya nyokap gw biar jelek tapi banyak yang suka katanya : p .

Yahhh, tapi itulah mamah muda dulu. Energik, bak seorang satria siap sedia. Dan sekarang sedikit nurun ke gw kayanya. Hehehe..
Dan sekarang mamah sudah tua, umurnya tahun ini memasuki 49 tahun, tapi dia selalu keliatan muda buat gw.. selalu terlihat cekatan, terlihat optimis, walaupun mungkin pusing bener ngurusin rumah, keluarga dan sebagainya. (ahhh jadi kangen, pengen nangis). Tapi emang bener, menurut gw nyokap terlihat lebih muda dari temen-temennya yang lain, yang seumur dengannya. #allways love you mom :*

Mamah itu seorang ibu rumah tangga yang teladan. Ngurus rumah, Ok!. Ngurus anak, Bisa!. Ngurus suami, ga masalah!. Ngurus ekonomi, Bisa sambil merem melek (sing sabar mom). Pokonya yang gw tau, gw liat dan gw sadari, nyokap gw selalu bisa menghandle semua masalah di rumah. Mulai dari anak-anak yang bengal, bandel, susah diatur, makan ati, dan sebagainya. Ditambah sakit-sakitannya bokap gara-gara asep rokonya yang berlebih di masa muda dulu (baca: Bengek aka Astma). Mikirin gaji bokap yang ga gede-gede amat buat semua keperluan rumah tangga, kata nyokap "kalo pas gajian tuh bikin gw pusing aja, cuma numpang buat diatur-atur". Dan segala tetek bengek lainnya yang kadang kalo gw liat nyokap, kasian yah nenek tua itu.. : p . Hebat sekali kan nyokap gw?.

Anaknya mamah sekarang udah gede-gede, malah kasian.. kesepian di rumah. Anak perempuannya Feby yang paling gede, paling cantik, paling manis, kerja jauh banget. Anak keduanya, Hasyibulloh aka Iwan sibuk kuliah, sibuk organisasi, jarang di rumah, cuma numpang tidur-makan doang. Anak bontotnya, Putra jarang banget di rumah, demen kluyuran, doyanan maen daripada kuliah, sambil kerja juga jadi pol PP di pasar. Suami satu-satunya rutin tiap pagi berangkat ke kantor, pulang sore. Jadi, "mamah kalo siang kesepian, ga ada temen, jadi lemes, bete", itu katanya kalo lagi cerita di telpon.

Mamah tuh doyan ceramah, hobi nasehatin, kalo setiap nelpon gw tuh pasti banyak banget petuah-petuah dari sang mamah. Biasanya petuahnya seputar "jaga kesehatan yah Feb, sholat-ngaji jangan ditinggal, hemat rajin nabung jangan jajan barang ga penting, cari suami, cepet nikah mamah udah tua nih pengen punya cucu dan cerita-cerita seru lainnya", dan jawaban gw cuma "iyah, iyah, iyah, iyah, iyah mamahku sayangggg" :*

Keluhan nyokap gw makin jadi sekarang-sekarang, kesepian Feb bosen di rumah mulu. Yaudah, dengan sok bijak sekarang gantian gw yang nasehatin, hihihi "maen dong mah, mampir-mampir ke Jakarta, liatin cing-cang di sana, ikut kegiatan di RT kek". Dan terakhir, semalem tadi nyokap telpon. Gini nih percakapannya.

Mamah : "Feb, gw sekarang udah jadi kader dong" kayanya sambil lagak bangga gitu.
Gw : "Kader apaan mah? partai? gaya bener udah kaya Iwan aja"
Mamah : "bukan, kader lansia pondok aren"
Gw : "huahahahaha, mamah udah tuaaaaaaa.. udah jadi nenek-nenek jadi anggota lansia pndok aren"

Dan mamah gak  akan pernah marah kalo gw ledekin tua, jawabannya pasti "emang udah tua, udah jadi nenek-nenek, makanya lu cepet kawin, biar nenek tua punya cucu", Ahhhh.. mamah ke situ lagi.

Mamah : "Nanti gw mau lomba Feb, lomba kaya cerdas cermat gitu"
Gw : "ishh, mamah gaya ihh"
Mamah : "Tapi gw bego banget dah, belet! ga masuk-masuk otak gw belajar juga"
Gw : "Hehehe, kan udah pudul mah otaknya.. :p. Ayoo belajar yg bener, biar menang mah"
Mamah : "iyah, nih gw lagi rajin diajarin sama ibu Camat, ibu Lurah, pokonya belajar deh"

Dan mamahku yang sudah tua itu, tetep semangat menjalani hari menjelang makin tuanya, seenergik dulu, segiat dulu, dan itu mamahku, mamahku tersayang, panutan gw!. I'll do best for you mamah-papahku :*

Mamah cantik dan anak cantiknya ^^

ciummm mamahkuuuu :*

Wednesday, February 29, 2012

di ujung Pebruari


Mengejutkan!
Pagi itu bagi saya adalah pagi yang mengejutkan. Pebruari, sebenarnya ini bulan yang saya sukai, bukan karena ada tanggal hari saya terselip di bulan ini, tapi karena Pebruari ini si bulan singkat (gajiannya lebih cepat \(^,^)/). Ahh, 27 Pebruari ini adalah hari yang saya khawatirkan selama hampir setahun saya di instansi ini, “Pelantikan Pejabat Eselon III Kementerian Kehutanan”. Judul headline itu terus bermunculan di kepala, berharap nama seseorang di sana tidak akan tercantum sampai lima tahun saya di sini.
Sepertinya doa saya tidak cukup kuat untuk menahan beliau, hari itu rasanya risau, gelisah (lebay yah). hehehe.
Pagi itu, dengan semangat saya membuka website yang mencantumkan tragedi memilukan buat saya, di print bukan maksud hati karena senang, tapi meyakinkan kalau nama beliau benar tercantum. Dannn, benar namanya ada! :(

Benar saja, dugaan, firasat dan semua rasa-rasa aneh saya menjelma nyata.. Begini beritanya:
"Pada Pelantikan Pejabat Eselon III Kementerian Kehutanan pada tanggal 27 Pebruari 2012 itu, Kepala Balai saya.. yah! Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, bapak Wahju Rudianto, S.Pi., yang emang udah cukup lama (5 taun) di Baubau ini, namanya tercantum di jelas menempati jabatan barunya."

Egois kalo saya tidak merasa senang, tapi munafik juga kalo saya tidak merasa sedih. Saya senang atas jabatan barunya, mungkin dengan jabatan baru itu beliau lebih maju berkarir lebih baik, tapi.... saya harus sedih dengan lokasinya yang di Ibu Kota Jakarta itu.


Seperti kata beliau dalam status media sosialnya: "Bang Toyib kembali, setelah 5 kali puasa, 5 kali lebaran". Dan ungkapan itu cukup menjelaskan, betapa ingin pulangnya beliau. :)

Yahhh, begitulah mungkin hidup. Saat pertemuan, harus siap akan perpisahan. Saat bahagia, jangan lupa kalau sedih juga ada. Saat datang, suatu saat nanti akan ada kepergian. Semua berputar, semua mengarus mengikuti alur.

Saya, Kami di sini, di Taman Nasional Wakatobi, di Rujab Bapak dulu, di kantor ini hanya dapat berjabat tangan. Jabat tangan selamat, selamat atas sukses, selamat atas kepulangan. Jabat tangan terimakasih, terimakasih atas dedikasi, terimakasih atas bimbing, terimakasih atas semua rasa tercurah. Jabat tangan doa, doa bagi Bapak, doa bagi kami, bagi saya.

Wednesday, February 08, 2012

|pariwisata wakatobi|tulisan ngawur|hanya ungkapan saya|


Berkembangnya pariwisata alam yang berkelanjutan akan membantu upaya konservasi pelestarian di kawasan tersebut, melalui pengenalan sumberdaya penting dan penyadartahuan baik kepada pengunjung maupun masyarakat setempat.  Selain itu, dengan adanya pengembangan pariwisata alam juga akan mendorong pencapaian target kinerja Balai Taman Nasional Wakatobi bidang PHKA, yaitu peningkatan pendapatan masayarakat sebesar 18% per kepala keluarga melalui pemberdayaan masyarakat, karena dengan berkembangnya pariwisata alam yang semakin pesat akan membawa implikasi semakin banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata alam. Hal tersebut akan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat melalui usaha-usaha produktif yang mendukung kegiatan pariwisata di dalam kawasan.
Oleh karena itu, mari geliatkan pariwisata Indonesia. Indonesia tumbuh, maka kawasan di dalamnya juga akan tumbuh! Semangat Febong, kamu bisa.. kamu bisa! Mau dapat yang indah itu tidak melulu indah, sakit, susah, pedih akan dibayar dengan keindahan. Sulit, memang sulit. tapi bukan berarti ga bisa kan?
Go.. Go.. Go Feby! \(^.^)/