Wednesday, January 18, 2012

when I first dive

Aku.. pertama kali menyelam, menyeburkan diri ke air, menenggelamkan raga menuju dasar
aku.. pertama kali menyelam

*Juli 6-8, 2011*
Nirwana Beach, Baubau island

Wakatobi.. Surga Nyata Bawah Laut.  Jargonnya ngeri, bikin pengen. Siapa coba yang nggak mau ngerasain surga, termasuk saya.
Menginjakkan kaki di Wakatobi, berarti harus siap menjamahi setiap lekuknya, menyelami setiap selanya.
Pertama kali saya diving --> sesak napas!
Sesak napas belajarnya.. Fisika, Fisika, Fisika, isinya hukum ini, hukum itu.
Sesak napas beratnya.. Tau tabung gas elpiji 3 kg ga? itu berat loh! Tabung selam lebih berat lagi.
ditambah lagi selang-selang betebaran, entah selang itu untuk lubang yang mana, selang ini untuk apa.
tapi.. Pertama kali saya diving --> ketagihan!
Ketagihan.. Nyebur di air, asikk basah basahan.
Ketagihan.. Di dalam laut itu indah banget.
Ketagihan.. Melihat ikan dan di liatin ikan di bawah sana.
Ketagihan.. Menikmasti ciptaan Allah yang sungguh Ruarrrr Biasaa!

'Pertama kali Saya diving'

Taman Nasional Wakatobi, tamnas laut di Indonesia, karena wilayahnya di dominasi lautan maka setiap tahun  dianggarkan untuk diselenggarakan kegiatan Pelatihan Selam. yeeeee..
Beruntung, saya jadi salah satu pesertanya.. Ya, peserta pelatihan selam Open Water Diving.

Mau nyelam itu bukan cuma sekedar selam. masuk air, jalan-jalan di air, naik ke permukaan, selesai.
Ternyata prosedur ini-itu, pengetahuan ini-itu, peralatan ini-itu.. semua harus tau, harus paham, harus inget.
Hari pertama pelatihan, adalah belajar tentang hukum-hukum terkait selam mulai dari hukum Pascal, hukum Boyle sampai hukum pidana #loh? hehehe. Setelah itu pengenalan alat-alat selam dan cara menggunakannya
more details :: http://kemuningmerona.blogspot.com/2011/12/to-know-diving.html
Lets, check this picture guys.. ^_^
ceck list peralatan diving sebelum nyebur.. ^^
Ayo belajar pasang regulator, tabung dan BCD
Persiapan sebelum dive (first)
Peserta Open Water Diving
Peserta Open Water Diving yang paling cantikk.. ^^
Buddy cecking

im a diver :)
We're ready to DIVE!
Tukikers Wakatobi beraksi.. Bismillah
bu Sitti mask clearing, saya tegang, pa Hendrawan kedinginan
Belajar skill dulu sebelum diving.. bubling, bubling, bubling
yeeee, aku bisa! Wowww.. ^_^
Buddy and buddy and Finished!
Final Exam Open Water Diving
Kami Lulus, 've certificates
my  PADI  license Open Water Diving 

Menyelam pertama kali, menakjubkan..menyenangkan!
akan ada dive session selanjutnya.. akan saya perbanyak log book dive..
setelah OWD, advance terjekar, 5 tahun di Wakatobi saya adalah dive master.. (amin)
dan akan banyak lagi pengalaman tentang diving di sini..
Menyelam pertama kali.... MAU LAGIIIIIIIII!! ^.^

Saturday, January 14, 2012

Ini Bau-bau, kota semerbak

Sabtu sore ditemani sekardus Bengbeng dan perasaan galau

Sembilan bulan yang lalu, udara Bogor masih setia mengisi setiap molekul paru-paru saya. Tepat sembilan bulan yang lalu, udara Bau-bau mendesak udara Bogor keluar dari paru-paru. Tepat sembilan bulan yang lalu, tapak kaki menjamahi daratan asing yang hanya saya kenal ketika SD sebagai pulau penghasil aspal terbesar di Indonesia, pulau Buton.
Bau-bau salah satu kota di provinsi Sulawesi Tenggara yang terletak di pulau Buton, ya pulau penghasil aspal terbesar di Indonesia. Menuju Bau-bau sebenarnya bisa ditempuh dalam waktu 3 jam menggunakan transportasi udara, karena alasan delayed pesawat dan lain-lain jadilah Jakarta – Baubau menjadi 7 jam perjalanan.  Cukup melelahkan memang, namun semua itu terbayar saat laut biru indah terhampar dan ternyata itu pulau Buton, kota Baubau, tempat tinggalku mulai saat itu.
Bau-bau on the top
Bau-bau adalah kota kecil dengan sedikit manusia dan belum ada pembangunan, tapi itu semua hanya bayangan saya.  Menginjakkan kaki di Bau-bau untuk pertama kali, membuyarkan kesan yang saya ciptakan sebelumnya. Bandara Betoambari yang mulai beroperasi pada tahun 2009 adalah salah satu faktor penggiat pembangunan dan perekonomian di sini. Sepanjan kanan kiri jalan sudah banyak ruko-ruko yang dibangun, apalagi kalau sudah memasuki daerah ‘kota’, di daerah yang menjadi pusat aktivitas warga Baubau lebih ramai lagi.  Berada di tengah-tengah ibu kota Baubau, saya merasa tidak seperti di suatu pulau.J
Tidak buang waktu, mobil kebesaran (mobil patroli Kehutanan) sudah standby dan langsung meluncur menuju mess Balai Taman Nasional Wakatobi.  Menuju mess, melewati kantor yang untuk 5 tahun ke depan adalah kantor abadi. J
Persemedian selama 5 tahun di Bau-bau
Baru seminggu dari 5 tahun, rasa bosan mulai menggerayangi.  Bosen, harus tinggal di rumah terus, bosan, ngedekem di kamar terus, bosen diam doang waktu liburan.
Baru seminggu dari 5 tahun, sayapun sudah mengelilingi kota Baubau dalam waktu sehari.. maklum ini benar-benar kota kecil.. ^^
Okeh, jalan-jalan di mulai..
1st -- Holywood-nya Baubau (people called Wantiro)
Welcome to Holywood.. Oh, bukan! ini Bau-bau
2nd -- Air jatuh Tirta Rimba

Air jatuh Tirta Rimba merupakan kawasan Taman Wisata Alam BKSDA Sulawesi Tenggara, terletak di Kelurahan Waruruma Kecamatan Kokalukuna 8 km sebelah timur kota Bau-bau. Lokasinya berada di pinggir hutan lindung. Kalau waktu SD suka gambar ada di atasnya gunung, di bawahnya pantai, ada pohon kelapa, ada pohon pisang.. ternyata itu benarbenar ada.

Air Jatuh Tirta Rimba
3rd -- desa karing-karing
Ada apa di desa ini? hanya desa biasa! ada sawah terhampar luas, hijau dengan padi-padi mudanya. Ada bukit-bukit yang rimbun dengan pepohonannya, dan ada sungai yang mengalir, jernih dengan air tawarnya.
Mungkin desa ini biasa kalau tidak di Bau-bau. Di sini, seperti di bali, seperti di Ubud. Kanan-kiri ber-pura, kanan-kiri ternyata orang Bali. Mereka adalah transmigran asal Bali yang di tempatkan di pulau Buton.
Karing-karing dari semua sisi [sungai, sawah, pura, puncak]
4th -- Pantai Kamali
di Pantai Kamali ada simbolnya kota Bau-bau, Naga. kenapa Naga? Coba yuu lihat pulau Buton secera keseluruhan, bentuknya seperti naga, mungkin karena itu makanya ada naga di Baubau.
Gambar pulau Buton
Aku dan di Naga nya Baubau di pantai Kamali ^.^
Tempat nongkrong sambil minum sarabah di pantai Kamali
5th -- Benteng Keraton Buton
Di Baubau ada benteng terluas di dunia. Wowww! 
Benteng peninggalan Kesultanan Buton yang dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596). Benteng ini berbentuk lingkaran dengan panjang keliling 2.740 meter.

aku, aku dan benteng terluassss di dunia 'Benteng Buton'
6th -- Lakeba beach
Salah satu pantai di tepi pulau Baubau, berhadapan langsung dengan laut, menghamparkan warna biru dan terik matahari.

Lakeba..

7th -- Pantai Nirwana
Sama seperti namanya, Nirwana.. pantai ini juga seperti surga! biru, putih, bersih, halus.. ahhh cantik.
Pantai Nirwana terletakdi Kelurahan Sulaa Kecamatan Betoambari, 10 km daripusat kota Baubau.  Mencapai lokasi ini dapat ditempuh dengan 10-15 menit dengan menggunakan kendaraan darat.

ini Nirwana, ini surga ^.^
Lets swim..
pasirnya bagus, kubur Wawa.. 
the activities
Look! Sunset.. ^.^
Ayoo.. snorkeling *.^

Banyak lagi obyek menunggu untuk kudatangi, kunikmati setiap indahnya.. Lima tahun akan indah denganmu kota Baubau..

Lalu... apa yang harus ku sesali berada di sini?
Berada di tengah surga dunia yang indah..
Di tengah keluarga hangat yang senasib..
5 tahun pasti indah.. hatiku berkata, pasti indah.. ^^


be nice.. muahhh.. :-*

Friday, December 16, 2011

aku dan kemudian

aku dan kemudian, sama dengan aku dan kamu "kemuning merona"
Aku
aku hanya seonggok raga tanpa daya..
tak mampu ungkap, saat resah menyapa..
maka, kata temanku..
kata yang bisu, tercerna jika kau lafal.
(kemudian) kawan senduku, mengupas setiap reguk batinku..
menilik semua ikhwal, hingga lega rasaku..
(kemudian) tak sanggup cela, itu yang kubutuh..
(kemudian) hanya terpasrah menerima semua caciku..

Diamnya (kemudian) menyenangkan hatiku..
hingga tercucur semua rasa dalam gores..
goresku pada (kemudian)
Kini, buncahku terbagi..
(kemudian) tak lagi harus terluka oleh semua goresku..
akan ku bagi rasaku kini kepada (kemuningmerona)
biar diamku tetap diam, namun diamku tercamkan..



Thursday, December 15, 2011

do nothing anything everything nothing to do

Rasanyaaaaaaaaaa::
BETE, BOSEN, KESEL!!!


di mana cinta?

Di mana cinta?
Aku sebuah harapan, saat papaku mengaliri segerombol kecebong kecil pada mamaku..
berharap aku ada seseorang seperti mamaku, memiliki lubang untuk dialiri kecebong-kecebong lain, memiliki dua buah yang membesar untuk aku hisap saat lahir kelak.. di sanakah cinta, maka harap menjadi nyata?

Di mana cinta?
Aku sebuah keinginan, masih keinginan dari papaku untuk dapat melihatku tersenyum, tertawa senang saat mamaku dengan seluruh dayanya mengusirku dari rumah sempitku.. keinginan mamaku segera mengeluarkanku, memaksaku memasuki masa kejam :: DUNIA ::
keinginan bagiku untuk mencari tempat baru yang luas untukku celentang, merangkak, tengkurep dan meloncat dengan riang.. tapi rasaku salah, tempat baru ini menyeramkan.. di sanakah cinta, saat papaku kecewa melihatku meraung menangis kecewa, menyaksikan mamaku terkapar lelah karena setengah nyawanya hampir lenyap?

Di mana cinta?
Aku adalah sebuah beban, saat aku mulai merengek saat haus, saat lapar, saat ngantuk.. saat aku menangis meminta mamaku perhatikan aku, meraung memohon papahku tetap di sini tak pergi kemanapun.. di sanakan cinta saat sebuah rasa besar timbul dari papah dana mamahku untuk berikan terbaik untukku?

Di mana cinta?
Aku adalah sebuah momok, daging kecil itu kini membesar, membengkak membuat papah dan mamahku harus bersusah payah membelikan ini-itu untuk tutupinya, memaksa mereka terus mengembangkan aku, tak hanya tubuhku, otakku, pikirku, juga tindakku.. di sanakah cinta saat aku mulai merasa berbeda dengan apa yg diinginkan papah mamahku?

Di mana cinta?
Aku adalah si haus rasa, kini aku tumbuh.. tak hanya raga, mauku pun bertumpu semakin meninggi..
bentakkan kadang terlontar untuk tua renta itu.. di sanakah cinta saat hati menangis menahan marah, menahan rasa, menahan kecewa?

Di mana cinta?
Aku kini seorang diri, sepasang tua renta itu kini perlahan lepaskan jemariku.. letih raganya menahan rasanya padaku, lemah hatinya menerima rasaku yang terlalu membuncah.. di sanakah cinta berada? saat kesendirian kini menepi, menemani, dengan apik membelai rasa.. terus membuat ku bertanya.. di mana cinta?

Di mana cinta?
rasa itu tak pernah puas, meminta bertambah dan terus bertambah..
rasa itu tak pernah letih.. mencari di mana cinta, meski cinta telah tergenggam..

Thursday, December 08, 2011

to Know Diving ^.^

Menyelam untuk pertama kali, merupakan pengalaman yang menakutkan, namun menyenangkan.  Kesenangan itu tidak didapat begitu saja, awal menenggelamkan diri di air adalah awal jantung berdegub kencang, otak berpikir keras untuk selalu mengingat “bernapas dari mulut”, merasakan telinga berdengung sakit, tubuh bergerak tak terkendali, penglihatan yang terganggu akibat masker yang berembun.  Mengenal kondisi sekitar, berkonsentrasi dan terus menenangkan diri, yang membuat akhirnya terbuai dengan apa yang dilihat dan terjadi. Antara takjub dan takut bergumul, spontan mengaplikasikan divesign pertama kalinya “OK” dan “Going Up”.

 Diving, What Is??
Menyelam ato diving adalah kegiatan yang dilakukan di bawah permukaan air, dengan atau menggunakan peralatan, untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menyelam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu: berdasarkan kedalaman, tujuan dan jenis kegiatan.
*Berdasarkan kedalaman*
1. Penyelaman dangkal, yaitu penyelaman dengan kedalaman maksimum 10 m
2. Penyelaman sedang, yaitu penyelaman dengan kedalaman < 10 s. d. 30 m
3.  Penyelaman dalam, yaitu penyelaman dengan kedalaman > 30 m
*Penyelaman berdasarkan tujuan dan jenis*
1. Penyelaman untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara yang biasanya dilakukan oleh Angkatan Bersenjata, antara lain:
   - Tactical (combat) diving yang dilakukan untuk tugas-tugas tempur
   - Submarine rescue, penyelaman kapal selam
   - Search and Rescue (SAR)
   - Inspection and Repair
   - Ship salvage
2. Penyelaman komersial untuk kepentingan konstruksi di bawah permukaan air, ex: off shore dilling
3. Penyelaman Ilmiah (scientific diving), yaitu penyelaman yang dilakukan untuk kepentingan ilmiah
4. Penyelaman olahraga (Sport diving), dibagi menjadi 2 (dua) :
   -  Skin diving : Penyelaman dengan menggunakan peralatan dasar (snorkle, masker dan fin)
   - Scuba diving : penyelaman menggunakan peralatan scuba, yaitu:
  • Masker
  • yang berfungsi membantu melihat di bawah air, karena menciptakan rongga udara yang memberi fokus pada mata untuk mengikuti perilaku cahaya.
  •  Snorkel
  • Fin atau dikenal dengan kaki katak, yang berfungsi membantu memberikan tenaga pada saat berenang di air.
  • BCD (Bouyancy Control Device) semacam pelampung yang dapat dikembungkan dan dikempuskan untuk mengatur daya apung di dalam air.
  • Tabung Scuba adalah wadah tabung silindris yang berfungsi menampung udara untuk bernapas di dalam air.
  •  Regulator, media penyalur udara dari tabung untuk dapat bernapas di air
  • SPG (Submersible Pressure Gauge) yang berfungsi sebagai petunjuk isi jumlah udara di dalam tabung.
  • Alternate Air Source berfungsi sebagai cadangan udara jika regulator yang digunakan terjadi masalah atau untuk membantu teman lain.
  • Sabuk pemberat dan pemberat, berfungsi untuk membantu penyelam turun ke dalam air.
  • Wetsuit, penurunan suhu tubuh akan terjadi seketika bersentuhan langsung dengan air, maka diperlukan penghantar agar suhu tubuh tidak mudah terlepas.
Diving atau mneyelam sekarang ini mulai digandrungi sebagai hobi, untuk dapat menikmati olahraga ini, diperlukan keterampilan khusus mengenai selam.  Jika berminat untuk mengetahui dan memiliki serfikasi diving, di Indonesia kini sudah banyak lembaga serfikasi yang memberikan pelatihan mengenai selam, seperti: 
Pada setiap organisasi pelatihan dan sertifikasi selam di Indonesia memiliki tingkatan berdasarkan kemampuan dan keahlian selam.  Tingkatan ini berdasarkan pada penjenjangan yang diikutinya. Meskipun pada beberapa organisasi tersebut terdapat nama yang berbeda, namun pada umumnya sama, yaitu:
1.    Skin Diver
Jenjang bagi seorang pemula yang mempunyai kemahiran selam bebas dan penggunaan peralatan selam dasar.
2.    Scuba Diver *-A1 (Open Water Diver) --> aku udah dapet ini.. yeyeee.. @-^^-@
Jenjang bagi seorang penyelam yang telah mampu menyelam di lingkungan terbatas dengan kondisi perairan yang baik, jernih dan tidak terlalu dalamdan diawasi oleh mitra selam yang berpengalaman.
3.    Scuba Diver **-A2 (Advanced Diver)
Penyelam yang sudah lebih berpengalaman, tenang dan secara naluriah telah dapat mengendalikan peralatan selamnya.
4.    Scuba Diver ***-A3 (Rescue Diver)
Jenjang bagi penyelam yang dianggap layak bertindak sebagai safety diver.
5.    Master Scuba Diver - A4 (Master Scuba Diver)
Jenjang tertinngi, dimana penyelam yang telah memiliki sertifikasi ini telah memiliki kemampuan-kemampuan pemandu bawah air dan safety diver, serta keahlian lainnya.
6.   Instruktur
Jenjang penyelam yang telah memiliki kemampuan untuk mengajar scuba diving dan telah dianggap layak mengeluarkan seritifikat bagi penyelam pemula maupun jenjang lainnya sesuai batasannya.

Scuba diving berkaitan erat dengan hukum-hukum di Fisika, buat temen2 yang ga suka sama Fisika, ayooo belajar sedikittt aja.. cuma diinget-inget secara logika aja.. Ini nih kaitannya diving sama hukum Fisika::
è Hukum Pascal
    “tekanan di permukaan cairan akan menyebar ke segala arah secara merata dan tidak berkurang"
Contoh :
Pada setiap penambahan 10 meter di dalam air maka tekanan akan bertambah besar 10 atm (Atmospher Absolute).  Sedangkan rongga udara di telinga adalah yang paling peka terhadap bertambahnya tekanan, maka bisa dibayangkan yang terjadi dengan gendang telinga jika terus memasuki kedalaman laut.
Jadi kalau baru memasuki air, terus sampai kedalaman tertentu, biasanya telingan akan terasa sakit
è Hukum Boyle
“pada temperatur yang tetap perubahan volume gas berbanding terbalik dengan tekanan”
Contoh:
Pada setiap penambahan 10 meter di dalam air maka tekanan akan bertambah besar 10 atm, sehingga volume udara berkurang 2 kali. Jika di bayangkan pada paru-paru, semakin bertambah kedalaman semakin mengecil volume paru-paru.
è Hukum Henry
“Jumlah gas yang larut dalam cairan berbanding lurus dengan tekanan parsial gas tersebut”
Contoh:                                                                                                                         
Pada kedalaman 30 meter atau 3 atm Nitrogen akan larut dalam darah meningkat 3 kali lipat daripada di permukaan, otomatis nitrogen dalam darah ikut meningkat, nitrogen yang terlalu banyak akan menyumbat pembuluh darah.
è Perbedaan Temperatur
Akibat bersentuhan dengan air, kecepatan penurunan suhu udara menjadi 25 kali daripada di darat. Hal itu akan memperburuk keadaan tubuh jika penyerapan terus menerus oleh air.
è Pembiasan Cahaya
Ketika sinar matahari masuk ke dalam air terjadilah peristiwa pembiasan, sehingga obyek yg akan dilihat menjadi lebih besar dan dekat. terutama saat menggunakan masker selam di bawah air, maka objek tersebut akan terlihat 1/4 atau 25% lebih besar dan lebih dekat dari aslinya.

Diving itu asyik-asyik tapi lumayan bahaya juga (kalau ga dilakukan sesuai prosedur), so.. lets safety dive. Berikut hal-hal yangyang mungkin terjadi saat menyelam::
       1. Drowning
Disebabkan karena kemampuan renang yang kurang, panik, keram kaki, dan lain-lain.
Pencegahan: pemanasan sebelum menyelam harus dilakukan dengan benar dan belatih berenang terus.
2. Fishing Net Trap
Melakukan penyelaman pada lokasi yang sering digunakan untuk mencari ikan
Pencegahan: Membawa pisau selam selama menyelam di lokasi tersebut
3. Harmful Ocean Creature
Terkena racun atau gigitan berbisa dari biota laut
Pencegahan: Pelajari berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya, berpikir sebelum menyentuh
4. Decompression Sickness
Terjadi akibat jumlah nitrogen di dalam darah terlalu banyak, mengakibatkan penyumbatan aliran darah.
5. Heat Loss
Kehilangan panas tubuh yang berlebihan, akibat menyelam di lokasi yang berrsuhu dingin.
Pencegahan: Gunakan pakaian selam sesuai kebutuhan.
6. Air Embolism (paru-paru Pecah)
Disebabkan karena menahan napas saat ke permukaan, sehingga volume udara melebihi kapasitas paru2.
7. Nitrogen Narcosis
Penumpukan  nitrogen yang berlebihan ketika melakukan penyelaman dalam (>30 m).
8. Gas Poisoning
Keracuanan gas krn tercampur udara yang ada di dalam tabung dengan gas CO2/kesalahn menggunakan kompresor
9. Arus Kuat
Kedatangan arus tidak dapat kita prediksi pasti, terkadang hal itu terjadi begitu saja. 
Pencegahan: kenali profil daerah yang akan diselami.
  
Remember:
     *Breathe Continously and Never Hold Your Breath
                     *Never, Never Dive Alone
                            *Be a Safe Diver
         *Just Leaving A Bubble and Taking Picture

Monday, November 21, 2011

Today :: Tree day Int'l? Let's plant for Us!

Today : 21 November 2011 : Tree day Int'l
maaf kali ini saya NATO
maaf juga saya bilang "lets plant" tapi saya ga menanam *mohon dimaafkan*
#saya cuma mau refresh aja, kenapa mesti ada hari pohon sedunia?
"kerena kita butuh pohon-pohon itu"
#loh, pohon-pohon udah ada ko dari dulu! jaman dulu tanpa ada hari pohon orang nanem, pohon-pohon itu sudah ada dan terus ada.
"sekarang pohon-pohon itu tiada, kami butuh pohon ternyata, dan kami terlambat, kami terlalu hebat mencabuti mereka, kami terlalu bertekad meniadakan mereka untuk ekonomi kami"
#butuh untuk apa? bukankah ekonomi anda sudah cukup bagus, anda bisa memenuhi yang anda butuhkan dari hasil ekonomi tersebut bukan?
"butuh untuk berlindung kami, butuh untuk kehidupan kami yang lebih lama, butuh untuk kami dapat melanjutkan ekonomi yang kami bangun, karena percuma ekonomi kami tumbuh tapi bumi kami mengempis, entah dimana lagi kami menjalankan itu semua?"
faktanya::
Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72 persen
(Sumber: World Resource Institute, 1997).
Hmmm...sebenernya ga mesti ada hari pohon kan klo pohon-pohon kita itu sehatsehat aja, kalo hutan-hutan yang menampung pohon-pohon itu baik-baik aja.
pemerintah melalui Kementerian Kehutanan ga perlu heboh-heboh kan dengan program OMOTnya kalo semilyarmilyar pohon-pohon di hutan rimba sana baik-baik aja.
kenapa sih, umat kita lebih senang mengobati daripada mencegah? bukankah lebih sulit?


Kesalahan memang dimulai dari dulu, rentetan kebodohan-kebodohan tanpa mempertimbagnkan akibatnya telah dilakukan
1. Menurut catatan pada masa pendudukan Belanda, pada 1939 perkebunan skala besar yang dieksploitasi luasnya mencapai 2,5 juta hektar dan hanya 1,2 juta hektar yang ditanami. Sebagaian besar lahan hutan itu berubah menjadi perkebunan atau persawahan sekitar 1950-an dan 1960-an. Alasan utama pembukaan hutan yang terjadi adalah untuk kepentingan pertanian, terutama untuk budidaya padi.
2. Memasuki era 1970-an, hutan Indonesia menginjak babak baru. Di masa era ini, deforestrasi (menghilangnya lahan hutan) mulai menjadi masalah serius. Industri perkayuan memang sedang tumbuh. Pohon bagaikan emas coklat yang menggiurkan keuntungannya. Lalu penebangan hutan secara komersial mulai dibuka besar-besaran. Saat itu terdapat konsesi pembalakan hutan (illegal logging), yang awalnya bertujuan untuk mengembangkan sistem produksi kayu untuk kepentingan masa depan. Pada akhirnya langkah ini terus melaju menuju degradasi hutan yang serius.
3. Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan sistem konversi hutan menjadi perkebunan menyebabkan deforestasi bertambah luas. Banyak pengusaha mengajukan permohonan izin pembangunan HTI dan perkebunan hanya sebagai dalih untuk mendapatkan keuntungan besar dari Izin Pemanfaatan Kayu (kayu IPK) pada areal hutan alam yang dikonversi. Setelah itu mereka tidak melakukan penanaman kembali, yang menyebabkan jutaan hektar lahan menjadi terlantar. Disamping itu, beberapa perusahaan perkebunan dan HTI sering melakukan pembakaran untuk pembersihan lahan, yang merupakan sumber utama bencana kebakaran hutan di Indonesia.
Sumber : http://www.isai.or.id/?q=bagian+pertama-potret+buram+hutan+indonesia 

Andai saja dulu, tidak mudahnya Indonesia mengobral lahan-lahan di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi kepada orang-orang kaya China untuk kepentingan politis saja, mungkin kini kita tak perlu kehilangan lebih dari 20 persen tutupan hutan
Andai saja dulu, lahan-lahan itu yang ternyata tempat para pohon itu dijaga secara apik dan bijaksana.
Mungkin tak perlu dunia kini terlalu sibuk oleh urasan sebatang dua batang pohon.
Mungkin sekarang orang-orang ga ribut sama 'global warming'.
Mungking tak perlu manusia mengeluh merasakan suhu yang terlalu menyengat pada siang hari.
Mungkin tak perlu merasakan luapan sungai, laut atau perairan manapun.
Mungkin tak perlu manusia merasakan terjangan badai yang mengamuk akibat suhu panas yang terus naik dan mempengaruhi temperatur lautan.
Mungkin tak perlu kita merasa ketakutan akan kehilangan ribuan pulau kecil yang akan tenggelam karena meluapnya lautan.


"Dan keadaan yang terlalu berhura-hura menghambur hutan pada masa lalu kini menciptakan potret keadaan hutan Indonesia dari sisi ekologi, ekonomi, dan sosial semakin buram".

Sekarang apa boleh buat? Lets plant a tree!
Sekarang mari kita merepotkan diri menanam lagi, dari satu pohon, dua pohon sampai semilyar pohon.
Biarkan tumbuh, setelah itu rawat, dan tetap seperti itu.

Let the tree grow up, and it will be save you!